Showing posts with label Advices. Show all posts
Showing posts with label Advices. Show all posts

5/27/2016

Jangan Lakukan 5 Hal Berikut di LinkedIn

Saliagu - Etika dalam pergaulan, tidak lagi sesederhana ketika media sosial belum hadir di tengah kita. Jaringan sosial telah membuat hal-hal menjadi jauh lebih rumit, apalagi jika hal itu menyangkut jaringan profesional seperti LinkedIn.

LinkedIn
LinkedIn by Pixabay
Mungkin Anda juga sudah sering menyaksikan (atau mengalami sendiri) sanksi sosial yang diberikan netizen pada seseorang di akun media sosial miliknya akibat postingan yang kurang bijaksana. Tapi LinkedIn memiliki aturan yang sama sekali berbeda.

Berikut adalah hal sebaiknya tidak dilakukan di jaringan media sosial profesional Anda seperti LinkedIn.

1. Mengabaikan pesan dari perekrut ketika Anda tidak sedang mencari kerja

Mungkin Anda sudah cukup puas dengan pekerjaan saat ini. Tetapi, jika ada yang mengirimkan penawaran pekerjaan, jangan abaikan. Ada baiknya Anda tetap membalas pesan mereka. Balas saja dengan jujur dan katakan Anda saat ini tidak sedang mencari pekerjaan.

Tinggalkan kesan terbuka untuk kontak masa depan. Lebih baik lagi menawarkan untuk mengenalkan kandidat yang mungkin cocok untuk kebutuhan mereka. Namun sebelum itu, tetap tanyakan apakah mereka membutuhkan bantuan Anda.

Sebaliknya jika Anda sedang membutuhkan pekerjaan baru, jangan add seseorang hanya untuk bertanya soal kesempatan kerja di perusahaan mereka. Anda bisa mengunjungi situs perusahaan mereka dan mencari tahu lewat situ, bukan?

2. Lupa mematikan notifikasi pemberitahuan update profil Anda

Jangan bombardir koneksi LinkeInd Anda dengan puluhan update. Saat Anda ingin meng-update profil Anda, jangan lupa terlebih dulu masuk ke halaman Pengaturan lalu aktifkan menu “Turn on/off aktivitas Anda" di bawah Kontrol Privasi.

Setelah Anda selesai, kemudian Anda mengaktifkan kembali kembali sehingga orang dapat melihat ketika Anda mendapatkan pekerjaan baru, menambah keterampilan baru, atau merayakan ulang tahun kerja.

3. Jangan posting terlalu sering, atau posting hal pribadi

Idealnya Anda dapat  posting dua atau tiga artikel atau mengiklankan situs pribadi perhari. Atau beberapa kali per minggu. Dengan begitu Anda akan tetap selalu terlihat tanpa membuat jaringan profesional Anda merasa terganggu.

Ini adalah jaringan profesional, dan bersikaplah layaknya demikian, jangan posting foto anak, keluarga, atau liburan. Tersedia media sosial lainnya untuk keinginan berbagi yang satu ini. Satu lagi, jangan pernah menanyakan nomor telepon atau kontak melalui update status secara terbuka.

4. Mengirim request berkali-kali

LinkedIn secara otomatis akan mengingatkan orang yang sudah Anda undang  untuk saling terhubung. Jadi menghapus request lalu mengirimkan request  kembali secara berulang-ulang tidak akan berguna. Sabar saja, karena tidak semua orang rutin mengakses media sosialnya.

Yang perlu diingat juga adalah jangan pernah mengirimkan seseorang undangan koneksi kemudian, saat mereka bergabung dengan jaringan Anda, Anda langsung meminta untuk memperkenalkan Anda kepada seseorang yang mereka kenal.

Atau lebih buruk lagi mengundang orang untuk terhubung dengan Anda untuk mendapatkan alamat email mereka sehingga Anda dapat menambahkannya ke daftar pelanggan newsletter Anda.

5. Meminta orang untuk meng-endorse skill Anda

Hal paling cepat untuk membuat orang merasa terganggu adalah, Anda meng-endorse skill mereka kemudian meminta balas jasa mereka melakukan hal yang sama. Kecuali Anda sudah bersahabat dekat dengannya.

Jika Anda ingin meng-endorse skill jaringan Anda, lakukan saja dengan tulus tanpa mengharap balas jasa. Orang akan melakukan hal yang sama, jika mereka menganggap Anda memiliki kemampuan yang mencenangkan mereka.

Ini juga berlaku untuk menuliskan rekomendasi. Lakukan ini dengan kejujuran dan tulus. Anda bisa mulai dengan mengatakan sesuatu yang berkesan dengan orang yang pernah bekerja sama dengan Anda. Atau orang yang pernah bekerja untuk Anda. Bahkan untuk atasan Anda. Tapi selalu ungkapkan sesuatu yang jujur, dan lakukan dengan tulus.

Apakah ada yang terlewat? Anda bisa menambahkan dalam kolom komentar. Kami akan sangat senang mendengar masukan dari Anda. Source : Qerja

5/26/2016

Keunggulan Jadi Sales Sebagai Pekerjaan Pertama

Saliagu - Sebagai fresh graduate, wajar jika Anda bingung memilih jalur karier selepas dari bangku kuliah.

Sales

Memegang gelar dengan spesialisasi tertentu juga bukan jaminan jalur karier yang mulus. Di tengah kebimbangan ini, coba pertimbangkan karier di sektor sales sebagai pekerjaan pertama Anda. Ada banyak keuntungan yang bisa Anda raup selain gaji dan bonus menarik.

Simak alasan mengapa bekerja menjadi sales adalah salah satu pilihan pekerjaan terbaik bagi Anda yang baru menapak ke dunia karier.

1. Lapangan kerja yang cukup luas

Setiap perusahaan pasti punya departemen sales. Fakta ini ditambah bahwa jurusan apapun yang Anda ambil saat kuliah bisa mencoba jalur karier sebagai sales. Jurusan tersebut justru bisa menjadi kelebihan Anda. Misalnya jika Anda melamar sebagai sales di perusahaan farmasi, latar belakang di dunia medis atau sains tentu akan menarik perhatian pihak perusahaan. Begitu pula dengan jurusan bahasa asing yang dibutuhkan perusahaan multinasional atau jurusan IT yang dicari perusahaan dalam industri tersebut.

2. Karier relatif stabil

Profesi ini bisa dibilang tergolong cukup stabil dan aman dari pemotongan pegawai. Di saat perusahaan sedang guncang sekalipun, anggota sales justru akan menjadi tumpuan harapan untuk meningkatkan profit dan menyelamatkan perusahaan.

3. Mengembangkan network

Anda berkesempatan bertemu dan berhubungan dengan bermacam-macam tipe individu dan para pemain industri. Seorang sales yang kompeten tentu tahu kalau interaksi dengan klien tidak sebatas menjajakan produk, tapi juga menjalin hubungan yang berdasarkan kepercayaan. Hubungan profesional ini akan menguntungkan Anda sepanjang perjalanan karier di masa depan.

4. Kompensasi sejalan dengan hasil kerja

Tidak seperti kebanyakan posisi lainnya, pegawai departemen sales umumnya dihargai dengan insentif komisi sesuai dengan hasil kerja dan target. Sederhananya, semakin giat Anda bekerja dan semakin Anda berprestasi, semakin besar pula bonus performa yang bisa Anda dapatkan. Karena Anda bisa melihat langsung buah dari kerja keras Anda, ada kepuasan tersendiri yang bisa didapatkan dari sistem kerja ini.

5. Belajar disiplin

Dengan sistem yang telah disebutkan di poin atas, tentu Anda perlu lebih berhati-hati dengan alokasi waktu dan energi Anda di tempat kerja. Kebanyakan departemen sales di berbagai perusahaan menikmati waktu kerja fleksibel untuk mengejar dan menetapkan target, tapi hal ini bisa berbalik jadi bumerang jika Anda kurang disiplin. Ingat-ingat saja kalau Anda akan mendapat bonus jika konsisten dalam performa Anda. Bekerja di bidang ini akan mengajarkan Anda untuk jadi proaktif dan giat mengatur waktu dan strategi kerja Anda.

6. Melatih kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi

Untuk bisa sukses di bidang ini, Anda tentu perlu mampu meyakinkan siapa pun untuk membeli dan mengkonsumsi produk yang Anda tawarkan. Perusahaan tentu akan memberi Anda pelatihan memadai mengenai teknik-teknik mendekati klien potensial dan trik sales, tapi banyak kisah sukses yang sangat tergantung pada kepribadian Anda dan kemampuan mengaitkan kebutuhan sang klien dengan produk Anda.

7. Belajar menerima penolakan

Anda akan belajar bahwa penolakan adalah bagian dari tantangan sehari-hari sebagai anggota sales. Pantang menyerah menjadi kriteria nomor satu untuk bertahan di bidang ini. Untuk mendapat satu saja kesepakatan, Anda perlu punya strategi tepat, kemampuan membujuk, dan terutama, harus luar biasa sabar. Keahlian ini tidak hanya bisa Anda aplikasikan dalam pekerjaan saat ini, tapi juga nantinya dalam hidup atau pilihan karier selanjutnya.

8. Prospek karier menarik

Jika Anda memutuskan untuk terus berkarier di jalur ini, Anda bisa menargetkan berbagai posisi sebagai Sales Manager, Sales Supervisor, kepala cabang, bahkan manajemen, dan pengusaha. Pengalaman dan keahlian yang Anda bangun saat bekerja di sektor ini mencakup banyak lingkup bisnis dan akan selalu relevan di berbagai perusahaan dan industri.
Source : Qerja

12/02/2015

Positive Thinking Saat Susah Dapat Kerja

Saliagu - Saya tahu Anda telah berusaha 100% atau bahkan 200% dalam mencari kerja. Anda telah sering dan berulang-ulang memeriksa Curriculum Vitae, Cover Letter, dan mempelajari seluk beluk mengenai pencarian kerja. Jika Anda sedang down karena pencarian kerja yang tidak kunjung berakhir, coba terapkan tips di bawah ini untuk tetap positif thinking ketika Anda tidak juga mendapatkan pekerjaan.

Positif Thinking

1. Jangan Menjatuhkan Kepercayaan Diri

Kadang kala, perkara diterima kerja atau tidak terletak pada hal kecil yang berada di luar kendali Anda, seperti misalnya kecocokan dengan budaya kerja perusahaan atau semata karena perusahaan menemukan kandidat dengan keahlian atau pengalaman yang lebih cocok untuk posisi tersebut dari yang Anda miliki. Ketika kondisi ekonomi kurang kondusif dan pasaran kerja sedang dingin, tidak ada yang pasti, dan sudah jelas ini bukan kesalahan Anda. Alih-alih fokus terhadap kegagalan, selalu berpegang pada keberhasilan Anda untuk sampai di titik Anda saat ini agar Anda tidak merasa terpuruk.

2. Stop Membandingkan Diri Sendiri

Setiap individu punya perjalanannya masing-masing. Rasanya memang berat jika Anda merasa tidak kunjung 'terbang' sementara orang-orang di sekeliling Anda sudah mulai sibuk membangun perjalanan karir masing-masing. Namun percayalah bahwa waktu Anda bukan tidak tiba, tapi belum tiba. Anda boleh saja menjadikan kesuksesan rekan Anda di dunia kerja sebagai motivasi, tapi jangan menghabiskan waktu dan tenaga Anda untuk bertopang dagu dan merasa kecil hati karenanya.

3. Jangan Lupa Untuk 'Hidup'

Dengan berlimpahnya waktu luang, Anda mungkin tergoda untuk menjadikan setiap hari seperti hari libur dengan berkeliling rumah dalam piyama Anda dan berdiam di dalam kamar. Pola pikir adalah salah satu hal terpenting ketika Anda butuh suntikan semangat, jadi selalu pertahankan jadwal bangun pagi, makan, dan kebiasaan higienis Anda agar Anda tetap siap secara fisik dan mental. Sembari Anda menunggu.

4. Isi Waktu Anda Dengan Produktif

Banyak waktu luang? Coba baca buku-buku, pelajari keahlian baru, daftarkan diri untuk menjadi pegawai suka rela, atau bergabung dengan organisasi. Selain meningkatkan nilai Anda di pasaran kerja, kegiatan-kegiatan positif ini juga berguna untuk mengalihkan perhatian Anda sejenak dari kepenatan menunggu panggilan kerja.

5. Dekatkan Diri Dengan Keluarga dan Teman

Selalu ingat kalau Anda tidak sendiri. Dalam pencarian kerja yang panjang dan tidak juga membuahkan hasil, mudah rasanya merasa depresi dan kesepian. Jaga tali komunikasi dengan anggota keluarga, teman, dan orang-orang terdekat Anda, walau hanya dengan chatting sehari-hari atau satu, dua kali telepon. Entah untuk curhat atau menanyakan kabar, Anda akan merasa lebih enakan dan sedikit lebih bersemangat setelahnya.

6. Ikuti Pergerakan Industri

Salah satu alasan keengganan perusahaan menerima kandidat yang sudah lama menganggur adalah karena mereka khawatir kandidat tersebut tidak lagi memiliki kualifikasi relevan dan tidak up to date terhadap teknologi maupun informasi terbaru dalam industri. Patahkan keragu-raguan ini dengan selalu mengikuti perkembangan dan berita terkini mengenai sektor kerja Anda.

Anda yang pernah lama menganggur, apa yang Anda lakukan untuk tetap positif?

11/30/2015

Anda Benci Hari Senin, Simak Artikel ini Untuk Menyukainya!

Saliagu - Apa yang ada di dalam pikiran Anda di hari Minggu malam saat menghadapi kenyataan bahwa besok Anda harus kembali ke rutinitas sehari-hari? Harus bangun pagi-pagi dan kembali bercengkrama dengan berbagai macam hal yang menyebalkan seperti kemacetan jalan, misalnya. Tidak heran jika akhirnya Senin menjadi hari yang paling dibenci oleh banyak orang.
I hate monday

Tunggu dulu, tidak seharusnya Anda membenci hari pertama di setiap minggu ini, karena sebenarnya banyak alasan mengapa Senin bisa jadi hari favorit Anda.


1. Hari untuk Memulai Hal Baru


Senin

Tidak ada yang menjamin bahwa Anda berhasil melalui akhir pekan Anda dengan baik. Bisa saja ternyata weekend Anda berantakan. Mungkin sekarang Anda juga sedang menyesali semua pengeluaran berlebih yang dihabiskan di akhir minggu. Saatnya Anda meyusun ulang semuanya, dan pastinya Senin adalah hari yang tepat untuk melakukannya. Hari di mana Anda bisa menyusun ulang semua rencana yang Anda miliki.

2. Hari Paling Efektif untuk Memulai Diet


Start Diet

Anda sudah menghitung berapa jumlah total kalori dan lemak yang masuk ke dalam tubuh Anda selama akhir pekan? Coba sesekali timbang berat badan Anda, mungkin posisi jarum timbangan sudah semakin cenderung ke kanan. Jika Anda ingin mulai mengembalikan berat badan menjadi normal, maka Senin adalah hari yang cocok untuk memulai semuanya. Hal yang satu juga diamini oleh hasil dari sebuah riset yang dilakukan oleh mondaycampaign.org yang menyatakan bahwa orang yang memulai dietnya di hari Senin memiliki kecenderungan sukses yang lebih tinggi dalam proses menurunkan berat badannya.

3. Hari yang Paling Jarang Turun Hujan

Hujan

Anda bukan penggemar berat hujan? Kalau begitu seharusnya Anda cocok dengan hari Senin. Menurut telegraph.co.uk, Senin adalah hari yang memiliki kecenderungan turun hujan yang paling rendah. Hal ini terjadi karena selama akhir pekan angka polusi juga menurun sehingga awan hujan tidak terbentuk di atas sana. Jadi jangan khawatir untuk meninggalkan payung Anda di rumah setiap hari Senin.

4. Hari yang Sempurna untuk Berbelanja

Special Offer

Jika Anda ingin membeli sesuatu dengan harga yang cukup tinggi seperti mobil atau gadget, misalnya, sebaiknya lakukanlah transaksi pembelian pada hari Senin. Di hari Senin biasanya banyak penjual ingin memulainya dengan membuat kesan yang baik bagi para pelanggan, sekaligus memastikan memastikan terjadinya transaksi penjualan sebagai penglaris. Caranya, dengan memberikan promosi dan diskon yang lebih baik dibanding yang bisa Anda dapat di hari lain. Menyenangkan, bukan?

5. Hari yang Paling Produktif

Produktif
Anda masih meninggalkan banyak pekerjaan rumah saat akhir pekan lalu menjelang? Walaupun menyebalkan, jangan tunda lagi pekerjaan tersebut. Mulailah menyelesaikannya di hari Senin. Dengan kondisi tubuh yang juga sedang segar-segarnya pasca-refreshing di akhir pekan, otak Anda juga pastinya dapat berpikir lebih baik. Siapa tahu Anda bisa menyelesaikan semuanya dalam waktu yang lebih cepat dari yang Anda duga.

Bonusnya, Anda akan memiliki waktu "bersantai" yang lebih banyak di kantor. Paling tidak, Anda tidak akan terus menerus dikejar perasaan bersalah karena Anda menunda mengerjakan pekerjaan rumah tersebut.

6. Monday Blues? Itu Cuma Hoax
Monday Blues

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institute of Work Psychology di Sheffield University membuktikan bahwa sindrom Monday Blues hanyalan isapan jempol belaka. Tidaklah benar jika hari ini adalah hari di mana semua orang merasa tidak bahagia karena mereka harus meninggalkan akhir pekan. Toh pada kenyataannya, bekerja juga merupakan salah satu hal yang memberikan rasa bahagia. Maka besar kemungkinan bahwa sesungguhnya Senin juga merupakan hari yang dicintai oleh kebanyakan orang. 

Penelitian tersebut juga mengatakan bahwa sesungguhnya Kamis adalah hari yang harus dikhawatirkan, mengingat kebanyakan orang sudah mulai kehabisan tenaganya di hari tersebut.

11/26/2015

Tips Untuk Fresh Graduate Memulai Karier

Saliagu - Congratulations! Anda baru saja menyelesaikan jenjang pendidikan dan siap untuk terjun ke dunia karier. Mungkin sekarang Anda sedang bersiap-siap untuk menulis CV atau malah sudah mengirimkan. Apa lagi yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan peluang Anda? Simak tips di bawah ini bagaimana fresh graduate memulai kerja :

 Fresh Graduate
Fresh Graduate
   
1. Curahkan Perhatian pada CV Anda

Hal-hal kecil seperti penulisan kata dan tata bahasa cukup krusial karena ini juga ikut merefleksikan tingkat ketelitian Anda. Jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain untuk memeriksa ulang CV Anda.

2. Terus Kembangkan Diri Setelah Keluar dari Jenjang Pendidikan

Ilmu dari kursus, magang, atau pengalaman kerja paruh waktu yang Anda dapatkan akan menunjukkan bahwa Anda masih terus belajar dan berkembang meski sekolah telah usai, terutama bila Anda punya periode vakum dari sekolah hingga pencarian pekerjaan.

3. Perluas Koneksi Anda

Anda tentu pernah mendengar ucapan bijak “Bukan apa yang Anda tahu, tapi siapa yang Anda tahu.” Kelilingi diri Anda dengan orang-orang berkualitas, baik dari dunia karier maupun personal. Hadiri acara yang berhubungan dengan dunia karir atau industri yang Anda idamkan. Anda juga boleh mempertimbangkan menghadiri reuni. Kesempatan bisa datang dari mana saja.

4. Sesuaikan Pola Pikir Anda

Dalam pencarian kerja, di satu sisi, jangan terlampau terpaku pada satu saja pekerjaan idaman. Anda bisa mempertimbangkan lowongan pekerjaan lain yang memungkinkan Anda untuk belajar dan berkembang. Perbesar lingkaran pencarian dan jangan batasi di website lowongan kerja. Manfaatkanlah koneksi yang telah Anda bangun. Di sisi lain, jangan lekas putus asa bila Anda kerap menerima penolakan dan jangan berhenti memotivasi diri sendiri.

5. Porsi Wawancara

Anda mendapat kesempatan untuk diwawancarai perusahaan yang Anda lamar. Apa saja yang harus Anda perhatikan? Berikut :
  • Pilihan pakaian yang layak. Bila Anda tidak yakin dengan etika berpakaian di tempat kerja tersebut, pilih pakaian yang sopan dan formal. Ini juga berlaku untuk wawancara jarak jauh, semisal melalui Skype.
  • Tunjukkan antusiasme secukupnya yang dibarengi dengan jawaban dan pembawaan yang kalem. Jangan lupa untuk tersenyum.
  • Selalu siap sedia. Pelajari semua informasi yang bisa Anda dapatkan mengenai perusahaan yang Anda incar: visi, tujuan, dan status mereka.
  • Ciptakan narasi yang menunjukkan bahwa Anda dan kemampuan yang Anda miliki dapat memberi kontribusi pada perkembangan mereka.
  • Persiapkan pula diri Anda dengan mempelajari budaya kerja perusahaan tersebut dan ekspektasi gaji sesuai dengan kualifikasi Anda.

Masih belum beruntung? Jangan khawatir. Figur-figur paling brilian di dunia profesional di satu titik juga pernah berada di posisi Anda. Jangan lupa untuk terus mengembangkan dan memotivasi diri sendiri.

11/23/2015

Tipe Rekan Kerja yang Harus Diwaspadai

Saliagu - Bekerja bukan saja untuk mencari nafkah bagi kelangsungan hidup Anda dan keluarga. Bekerja juga artinya mendapatkan keluarga baru yang sebelumnya tidak Anda kenal namun akan selalu Anda temui selama bekerja di tempat tersebut. 

Tipe Rekan Kerja yang Harus Diwaspadai
Ilustrasi
Dalam proses kerja sama di kantor, tidak jarang Anda menemukan beberapa kendala. Dari mulai masalah kerja, masalah pribadi, dan masalah yang timbul akibat gesekan rekan sekerja. Hal yang terakhir ini harus Anda sikapi dengan serius karena akan mempengaruhi karier Anda ke depannya. 

Anda harus bisa mencermati seperti apa tipe rekan kerja Anda. Yang mana yang harus diwaspadai dan mana yang bisa dijadikan rekan tempat berbagi. Jangan sampai kebaikan Anda dijadikan alat untuk kemajuan karier rekan kerja, sementara Anda yang bekerja keras tidak mendapatkan apa-apa. 

Berikut beberapa tipe rekan kerja yang harus diwaspadai karena akan menganggu peningkatan karier Anda di tempat kerja: 

1. Sok Senior 

Yang seringkali menciptakan ketimpangan di kantor adalah mereka yang sudah lebih dulu menjadi karyawan tetap, alias para “senior”. Mereka kadang bertindak semaunya dan kerap melebihi atasan dalam hal perintah sana sini. 



Bila Anda adalah karyawan baru, apalagi masih dalam status kontrak, tak heran jika sering kali menjadi sasaran. Tentunya Anda terganggu dengan sikap mereka yang menonjolkan senioritas, dan ini akan mengganggu kinerja Anda sebagai karyawan baru. 

Untuk mengatasinya, sebaiknya Anda perhatikan kondisi dan sistem yang diterapkan kantor terlebih dahulu. Bila sistem senioritas itu sudah lama berjalan, baiknya Anda ikuti saja kondisi tersebut dengan sabar sampai Anda diangkat menjadi karyawan tetap. 

Tetapi kalau ternyata kantor Anda menerapkan sistem demokratis dan tak pandang senioritas, Anda bisa melaporkan mereka pada atasan. 

2. Pendompleng 

Rekan kerja seperti ini akan menunjukkan dari pembicaraannya bahwa dia sudah banyak bekerja, padahal kenyataannya dia malah “mendompleng” pekerjaan yang Anda lakukan. 

Sebaiknya tunjukan sikap yang tegas pada tipe rekan kerja seperti ini, termasuk menegurnya saat dia tidak bekerja dan hanya mengakui pekerjaan yang sudah Anda lakukan sebagai pekerjaanya. 

Masih belum kapok juga? Lapor pada bos! 

3. Tak Beretika 

Pasti Anda sangat terganggu saat sedang bekerja sementara rekan di sebelah Anda memukul meja sambil berteriak mendengarkan musik. Atau saat Anda sedang dikejar deadline, dia malah mengajak ngobrol dan mengosipi si Bos. 

Mengakomodir rekan kerja yang tidak punya etika juga akan menganggu peningkatan karir Anda. Pekerjaan Anda akan terbengkalai dan Anda akan dimarahi bos. 

Lebih baik Anda menegur rekan Anda itu baik-baik, atau pura-pura sibuk menelpon saat dia mendekati meja Anda. 

4. Lari Dari Tanggung Jawab 

Rekan kerja seperti ini adalah bencana bila ditempatkan dalam satu tim dengan Anda. Dia akan melemparkan tanggung jawab kepada orang lain bila tak dapat menyelesaikan pekerjaan. Saat dimarahi bos, dengan berbagai alasan kemungkinan dia akan menyalahkan Anda dan anggota tim lainnya. 

Cara yang bisa dilakukan adalah bekerja sama dengan anggota tim lainnya untuk saling mengawasi tugas, dan selalu update lewat email. Itu untuk menghindari rekan yang lari dari tanggung jawab menyalahkan Anda atau rekan lainnya. 

Bagaimana bila Anda harus bekerja dengannya berdua saja? Pastikan pembagian kerja antara Anda dan rekan Anda itu jelas, sehingga Anda tidak akan jadi kambing hitam. 

Bila cara ini gagal, lebih baik Anda terus terang pada bos tentang kondisi yang sebenarnya terjadi. Atasan Anda pasti bisa mengerti. 

5. Kerabat Atasan 

Ada kalanya perusahaan yang Anda tempat Anda bekerja adalah milik keluarga, di mana kerabat dan keluarga atasan akan bekerja dengan Anda. Hampir sama dengan tipe rekan kerja yang sok senior, kerabat atasan biasanya sering sewenang-wenang pada karyawan lain. Posisi mereka juga lebih kuat karena bisa langsung melapor pada atasan Anda. 

Supaya karier Anda tidak mandeg, hanya dua hal yang bisa dilakukan. Yang pertama mencoba menjalin hubungan baik dengan mereka dan melakukan pendekatan. Bila Anda bisa membawa diri, mereka akan mendukung karier Anda ke tempat yang lebih baik lagi, karena dianggap bisa dipercaya dan cocok dengan mereka.  

Tidak bisa bermanis-manis dengan mereka? Satu-satunya jalan dengan keluar dari kantor tersebut dan mencari kantor yang lebih professional dalam hal urusan kepegawaian. 

Menghadapi rekan kantor dengan lima tipe di atas memang terkesan ribet. Namun bagaimana Anda bisa membawa diri saat menghadapi rekan kerja seperti akan menentukan bagaimana nasib karier Anda di masa depan. 

11/22/2015

Strategi Menabung dengan Penghasilan Pas-pasan

Saliagu - Apakah mungkin bisa menabung saat gaji hanya cukup untuk keperluan sehari-hari saja? Beberapa ahli keuangan menyarankan sebaiknya setidaknya 30 persen gaji bulanan disisihkan untuk menabung. Tapi jika gaji Anda masih di bawah Rp4 juta, pasti rasanya sulit untuk dilakukan, tapi bukan berarti Anda jadi bebas dari kewajiban untuk menabung. Anda harus tetap punya strategi agar tetap bisa menabung.
Strategi Menabung
Berikut 6 cara untuk mengakalinya.
1. Jadikan Menabung Sebagai Kewajiban Dulu, Baru yang Lain
Saat gajian, baiknya Anda langsung memisahkan dana untuk ditabung terlebih dahulu, sebelum menggunakan sisanya untuk kebutuhan lain. Belum sanggup menyisihkan 30 persen? Tak masalah, 10 persen pun bisa. Jauh lebih baik daripada tidak menabung sama sekali. 
Disarankan untuk membuka rekening khusus untuk menyimpan uang yang akan ditabung, dan simpan kartu ATM-nya di rumah. Ini untuk mencegah Anda menggunakan uang tabungan untuk hal-hal yang tidak perlu seperti belanja impulsif. 
2. Cari Celah dari Kebutuhan Operasional
Dana operasional seperti biaya untuk transportasi setiap hari, makan, hiburan, dan belanja bulanan, mungkin sebenarnya bisa Anda pangkas supaya ada lebih banyak yang bisa Anda pindahkan ke tabungan.
Misalnya jika Anda biasanya ke kantor membawa mobil setiap hari, hitung berapa pengeluaran yang Anda habiskan untuk bensin, parkir, dan tol setiap bulannya. Bandingkan dengan pengeluaran jika Anda menggunakan commuter line, angkutan umum, atau bahkan moda transportasi seperti GoJek, GrabBike, GrabCar, dan Uber yang harganya bisa jauh lebih murah dari ojek dan taksi biasa.
Anda bahkan bisa tetap membawa kendaraan ke kantor, namun jangan setiap hari. Cukup bawa saat Anda memang perlu menyambangi banyak tempat, atau membawa barang berat/banyak. Bila perlu, tetapkan satu hari saja dalam seminggu di mana Anda membawa kendaraan ke kantor. 
3. Bergaul Lebih Efisien
Kalau kebanyakan pengeluaran bulanan Anda adalah biaya nongkrong dengan teman-teman di cafe atau bar favorit, Anda sepertinya perlu mengubah kebiasaan. Bukan berarti Anda harus mengorbankan kehidupan sosial dan berhenti nongkrong, namun coba pilih tempat yang cenderung lebih murah. Kalau perlu, makan dulu sebelum berangkat sehingga Anda tak perlu membeli makan di cafe tempat nongkrong. Bawa botol minum sendiri agar Anda tak perlu membeli minum.
Atau, kenapa tidak pindahkan saja lokasi nongkrong ke rumah atau kost Anda maupun teman-teman Anda secara bergiliran?
4. Tabungan Alternatif
Ingin menabung sekaligus investasi tapi uangnya tak cukup? Kini mulai banyak tempat yang memberikan kesempatan untuk menabung dengan cara kredit emas seperti di PT. Pegadaian dan bank syariah. 
Jadi, dengan mencicil setiap bulan untuk melunasi pembelian emas, Anda seperti “dipaksa” untuk menabung (kalau tidak bayar cicilan, Anda akan didatangi penagih utang). Setelah lunas, Anda akan memiliki emas yang nilainya tak akan berkurang seperti tabungan biasa karena harganya relatif terus naik.
5. Ikut Arisan
Selain menjadi ajang silahturahmi, arisan juga bisa jadi alternatif cara menabung. Dengan mengikuti arisan, mau tidak mau Anda harus menyisihkan gaji dan menyetornya setiap bulan, untuk kemudian dinikmati hasilnya saat menang.
Tapi sebelum mengikuti berbagai arisan di kantor, di komplek, di keluarga, bahkan arisan dolar, sebelumnya pastikan dulu kemampuan Anda, jangan sampai Anda berhenti di tengah jalan karena tidak mampu membayar iuran.
Jangan lupa juga, jika Anda menang arisan di bulan-bulan awal, bukan berarti Anda bisa berfoya-foya menghabiskannya. Segera masukkan ke rekening tabungan.
6. Hindari Kartu Kredit Kecuali Benar-Benar Perlu
Pemakaian kartu kredit sudah menjadi gaya hidup di mana-mana. Namun kalau Anda merasa gaji Anda masih kurang, sebaiknya kurangi atau bahkan hentikan sama sekali pemakaian kartu kredit, kecuali untuk transaksi berbonus atau transaksi online yang tagihannya masih sanggup Anda lunasi 100 persen. 
Hati-hati, jangan sampai terjebak masalah pelik yaitu terlilit utang kartu kredit. Ini biasanya terjadi jika Anda menganggap kartu kredit adalah uang tambahan yang bisa Anda gunakan saat Anda sedang bokek atau ingin membeli barang mahal yang tak sanggup Anda beli. Ingat, Anda bukan saja harus membayar utangnya hingga berbulan-bulan (bahkan tahun) setelahnya, tapi Anda juga harus membayar bunganya yang bisa membengkak hingga jutaan jika Anda tak pernah membayar tagihan hingga lunas.
Menabung sebenarnya tidak sulit, yang sulit adalah menguatkan niat. Bila tekad Anda sudah kuat, apapun godaannya, Anda tak akan tergoda menggunakan uang tabungan untuk hal yang tak penting-penting amat.